Batik merupakan warisan budaya asli Indonesia, berbagai motif dan warnapun telah memberikan variasi yang sangat mengagumkan dan unik telah dikenal masyarakat luas dari dalam hingga luar negeri.

Batik sendiri banyak diminati di pasar luar negeri, tak hanya produk pakaian, namun batik juga dibuat dalam berbagai produk seperti tas, sepatu, dan hiasan rumah.
Tak sedikit para perajin yang menghasilkan dan mengenalkan  batik khas dari daerahnya masing-masih, baik perajin rumahan maupun skala besar.

Salah satunya adalah batik dengan label "Bateeq" yang dijual di Mal Ciputra lantai 3 Semarang, Jawa Tengah, menembus pasar internasional dengan mengutamakan motif dan warna yang lebih cerah.

"Batik kami telah diekspor ke Hong Kong dan pernah digunakan dalam 'fashion show' di Jepang," kata Jessica, pegawai toko Bateeq di Semarang.

Dia mengatakan batik yang diproduksi lebih mengutamakan motif yang lebih modern dan warna yang lebih cerah.

"Tempat produksi kami berada di Solo dan cabang ada di Kota Solo dan Medan. Bahkan kami juga memiliki desainer sendiri di Solo," katanya.

Semua motif dan model batik yang dijual didesain sendiri dan selalu mengikuti perkembangan model pakaian terbaru. Toko yang telah berdiri sejak September 2014 itu menjual jenis batik modern.

"Di sini kami menjual batik modern bukan batik klasik seperti toko lainnya," katanya.

Batik yang diproduksi kebanyakan menggunakan kain katun, sutra, dan dobi. Produk yang dijual bervariasi, mulai dari kemeja, "dress", hingga "outer" yang dapat digunakan dalam acara semiformal dan formal. Harga jual produk berkisar Rp249 ribu hingga Rp10 juta.

"Harga Rp10 juta ini untuk kemeja batik dengan kain sutra," katanya.

Dia mengatakan batik yang dijual tidak hanya untuk orang dewasa tetapi juga untuk remaja dan anak-anak.

Penjualan batik per hari bisa mencapai 15 hingga 20 item dan bisa meningkat hingga 30 item saat akhir pekan.