Oakley, Raksasa Bisnis Perlengkapan Olahraga Yang Berawal Dari Garasi

Oakley ialah salah satu perusahaan nan berasal dari Foothill Ranch, California. Oakley, Inc memproduksi beberapa perlengkapan olahraga, seperti perlengkapan buat ski, hoki, dan golf. Namun, perusahaan ini tak memproduksi perlengkapan olahraga secara keseluruhan. Mereka hanya memfokuskan karyanya terhadap aksesoris olahraga berupa kacamata olahraga, jam, ransel, dan sepatu. Oleh sebab itu, produk-produknya cukup terkenal dikalangan mereka nan hobi berolahraga di luar ruangan. Perusahaan ini juga memproduksi pakaian, namun baju bukanlah menjadi barang produksi primer dari perusahaan tersebut.

Penggemar olahraga nan begitu majemuk menjadi salah satu sasaran pemasaran. Perusahaan satu ini sangat tahu bagaimana menempatkan diri dalam kalangan pecinta olahraga nan dianggap cukup bergengsi. Mereka biasa menjadi sponsor pada jenis olahraga nan dianggap cukup keren dan nan sangat diminati oleh masyarakat banyak. Taktik pemasaran nan cukup jitu memang harus dijalankan agar tak tertelan persaingan nan sangat ketat di bidang satu ini.

Mereka memanfaatkan kesempatan ini buat membuat satu hal nan berbeda. Oakley masuk, “menyelinap” di antara banyaknya barang produksi nan isinya kaos melulu. Hasilnya, produk-produknya mendapat sambutan nan cukup baik di pasaran. Meskipun produsen homogen Oakley juga banyak. Nama merek nan sangat unik ini menjadi semacam agunan bahwa produk tersebut merupakan salah satu produk nan bagus dan sangat bergengsi dengan bentuk dan rancangan barang nan berbeda dengan produk sejenis.

Anak-anak muda sangat paham dengan produk ini. Mereka akan sangat bangga menyebutkan mereknya terutama buat jenis kacamata nan terlihat sangat keren, sangat futuristik. Sebuah produk nan mampu membuat pemakainya terlihat lebih cantik, lebih tampan, dan lebih berkelas.

Rivalnya

Dunia bisnis memang identik dengan persaingan. Begitupun nan dialami oleh Oakley. Adidas, Nike, dan Reebok merupakan rival primer mereka di global bisnis. Ketiga merek itu ialah merek-merek nan sangat sulit disaingi. Berbagai mobilitas pemasaran benar-benar diperhitungkan agar langkah itu tak dipandang sebagai sesuatu nan sia-sia.

Perusahaan ini mungkin belum mampu memberikan sepatu berkelas dengan teknologi tinggi ke pemain sepakbola dunia, seperti Ronaldo dan Messi, tetapi kalau buat kacamata, para pemain kelas global akan memilih produk mereka dan bukan produk nan dipunyai oleh perusahaan lain. Penempatan diri dengan jenis produk nan tak diproduksi oleh pesaingnya, telah membuat perusahaan mampu bertahan selama bertahun-tahun di bisnis nan sangat ketat ini.

Inovasi dan kreativitas terus ditantang agar dapat membuat dan menciptakan kebutuhan para konsumen. Hal ini juga nan terus dilakukan oleh pihak perusahaan. Untuk kacamata sendiri, Oakley mempunyai beberapa bentuk dan rancangan nan cocok bagi berbagai bentuk paras orang nan memakainya. Seperti diketahui bahwa setiap paras membutuhkan rangka kacamata nan berbeda. Dengan demikian, pemakaian kacamata itu tak hanya sebagai pelindung mata, tetapi juga sebagai bagian dari fashion dan gaya hayati nan akan membuat pemakainya tampak semakin berkelas dan tampil keren.

Sejarah Oakley

Usaha ini dirintis oleh Jim Jannard pada 1975. Kapital awal perusahaan besar ini hanya $300. Layaknya sebuah usaha nan dimulai dengan kapital kecil, Jim Jannard memulainya dengan penuh keprihatinan. Usahanya dimulai dari garasi rumahnya sendiri. Ia tidak terlalu mempedulikan tempat. Yang ia pikirkan ialah bahwa ia mampu membuat satu produk nan lain daripada nan lain sehingga orang akan melirik produk tersebut. Kalau produknya sama dengan produk dari perusahaan lain, maka ia tidak akan mempunyai kesempatan menembus pasar nan telah ada.

Perbedaan itu membuat orang tertarik dan mau mencoba. Setelah mereka mencoba sekali dan merasa enak, mereka akan membeli produk lainnya. Hal ini sebab para pemakai itu konfiden bahwa merek satu ini mempunyai kualitas dan bentuk desain nan memang tak sama dengan nan lain sehingga pemakai merasa sangat spesial. Perasaan spesial inilah nan semakin membuat produk nan baru diluncurkan itu menjadi cepat diserap oleh pasar.

Oakley sendiri diambil dari nama anjing milik Jim Jannard. Anjing milik Jim tersebut homogen English Setter. Jannard mulai menjual produknya nan ia beri nama The Oakley Grip. Produknya berupa kacamata, menggunakan bahan nan berbeda, nan dikenal dengan nama unobtanium. Bahan ini terasa sangat ringan sehingga batang hitung tak akan lecet dan telinga tak akan terasa gatal sebab bahan pembuat kerangka nan kurang bagus. Tidak adanya reaksi seperti elergi dan ringannya kacamata produk Jim Jannard ini, telah membuat produk tersebut langsung digemari oleh para konsumennya terutama anak muda nan bahagia olahraga luar ruangan.

Setelah memproduksi kacamata, Jannard kemudian memproduksi plat nomor, sarung tangan, grip pelindung siku, dagu dan kacamata bagi komunitas BMX dan Motocross. Produk nan sangat khusus itu ialah cara nan sangat jitu. Dengan menembak para komunitas penggemar satu olahraga, artinya Jim Jannard membidik seluruh anggota komunitas nan biasanya bahagia sekali kalau mengenakan barang nan sama sebagai simbol kebersamaan dan kekompakan.

Dengan demikian, semakin terkenallah produk ini di berbagai komunitas olahraga. Akhirnya produk satu ini tak hanya dijual di Amerika saja, produk ini telah melalangbuana ke berbagai negara. Jim Jannard sangat cerdas. Taktik pemasarannya sangat bagus. Ia sangat jeli melihat celah dan peluang nan belum tergarap dengan sangat baik oleh kalangan perusahaan nan bergerak di sasaran pasar nan sama.