Inilah Perjalanan Panjang Merek Teh Botol Sosro

Teh Botol Sosro adalah merek teh beraroma melati yang dipasarkan oleh PT Sinar Sosro. Teh Botol Sosro sangat populer di Indonesia dan kini juga dijual di berbagai negara di luar Indonesia.

Menurut hasil penelitian majalah SWA, Teh Botol Sosro bahkan lebih digemari masyarakat Indonesia daripada Coca-Cola. Hasil ini juga masih konsisten dengan penelitian tahun 2011 oleh Youthlab Indonesia, 84% pemuda Indonesia lebih memilih Teh Botol Sosro dibandingkan Coca-Cola.

Teh Botol Sosro pertama kali dijual pada tahun 1940 dalam bentuk kemasan teh kering siap saji. Pada tahun 1969, teh ini mulai dijual dalam kemasan botol dan merupakan produk teh pertama yang dijual dalam botol di Indonesia dan di dunia. Bentuk botol yang dikenal saat ini mulai digunakan pada tahun 1974. Sejak tahun 1990-an Teh Botol Sosro juga dikemas dalam kotak 200 ml dan 250 ml.

Teh Botol Sosro yang awalnya bernama Teh Cap Botol, dijual pertama kali tahun 1940 dalam bentuk kemasan teh kering siap saji. Teh berjenis jasmine tea (campuran teh hijau dan bunga melati) sebenarnya terasa enak dan segar, hanya saja cara-cara meracik minuman yang buruk kerap kali menenggelamkan cita rasanya. Untuk mengatasi masalah ini, keluarga Sosrodjojo merancang kampanye mengenai takaran meracik teh yang pas, namun kampanye ini gagal disebabkan masyarakat ketika itu menganggap meracik teh dengan baik bukanlah sebuah hal yang penting.

Gagasan untuk menjual teh siap minum atau ready to drink tea dalam kemasan botol muncul pada tahun 1969. Lima tahun kemudian, tepatnya tahun 1974, PT Sinar Sosro yang merupakan pabrik teh siap minum dalam kemasan botol didirikan. Produk yang tercipta pun menjadi produk teh siap minum dalam kemasan botol pertama di Indonesia dan kemungkinan pertama di dunia.

Dalam perkembangannya, kemasan botol pada teh botol Sosro mengalami tiga kali perubahan.

Botol versi pertama yang dikeluarkan tahun 1970 dengan kondisi fisik botol yang lebih pendek diberi merek Teh Cap Botol Softdring Sosrodjojo.

Lalu versi kedua, yang diluncurkan tahun 1972 dengan botol yang sedikit lebih tinggi dibanding yang pertama diberi merek Teh Cap Botol dengan penulisan “cap” yang lebih kecil dan berwarna merah putih sehingga lebih terbaca Teh Botol dan lebih menandakan produk asli Indonesia. Penulisan Sosrodjojo pun juga disingkat menjadi Sosro dalam logo bulat merah.

Lalu versi ketiga dan yang masih beredar hingga sekarang mulai diluncurkan tahun 1974 dengan botol yang lebih ramping. Satu versi cerita menyebutkan bahwa gagasan pembotolan itu diilhami oleh kebiasaan anak sekolah di Slawi yang kerap membawa minuman teh dalam botol. Namun menurut versi yang lebih resmi, seperti yang tertera dalam website Sosro, ide pembotolan muncul akibat kegagalan dalam mempromosikan teh botol di Jakarta pada tahun 1953.