Jadi Pedagang Dadakan di Bulan Ramadhan? Ini Dia Tipsnya

Bulan Ramadhan yang tinggal 2 minggu ini masih bisa dimanfaatkan untuk mencari rezeki tambahan. Salah satunya adalah menjadi pedagang dadakan yang menjual berbagai keperluan bulan puasa maupun hari raya Lebaran.

Dalam waktu yang terbilang singkat, penghasilan para pedagang dadakan ini bahkan bisa melebihi pendapatan seorang manajer di kantoran.

Potensi tersebut tentu bisa didapatkan dengan beberapa catatan. Calon pedagang harus bisa memastikan produk yang akan mereka jual adalah produk yang mampu mereka pasarkan kepada konsumen.

"Pedagang mengerti betul bagaimana membuat dan memasarkan popoduk itu. Kedua adalah kita hanya memenuhi permintaan pasar, jangan memasarkan barang yang bisa diproduksi tapi produksilah barang yang bisa dipasarkan. Jangan mentang-mentang Anda bisa membuat lontong isi tapi harus yakin bahwa lontong itu adalah lontong yang diminta oleh pasar di sekitar Anda"

Calon pedagang tidak boleh gegabah dalam menjual produk dengan kuantitas yang berlebihan. Apabila momen Ramadhan usai, pedagang kerap kebingungan untuk menjual sisa produknya.

"Tidak semua barang di Ramadhan itu sama laris dengan non Ramadhan. Sehingga mengantisipasi pasar itu bermanfaat supaya tidak terjadi kerugian yang semestinya"

Terakhir, jika tidak memiliki modal berlebih, calon pedagang diminta untuk tidak memaksakan diri dengan melibatkan pinjaman dari luar. Lebih baik memulai usaha dengan modal seadanya dan mencari alternatif lain untuk melakukan pinjaman sebagai modal usaha.

"Kalau skala mikro tidak perlu melibatkan sumber pembiayaan dari luar karena berisiko. Bisa melakukan pinjaman ke keluarga atau kerabat yang dipercaya. Untuk modal sebenarnya hanya dengan dana Rp 2 juta-RP 3 juta sudah cukup untuk modal usaha. Bisa jualan menu berbuka puasa atau jualan baju muslim,"