Mengapa Saab Tidak Mampu Bertahan?

Produsen mobil Swedia Saab akhirnya tak mampu lagi bertahan. Saab mengajukan kebangkrutan agar bisa melakukan proses restrukturisasi perusahaan.

Saab seperti dilansir Wall Street Journal, perusahaan ini akan mengajukan kebangkrutannya ke pengadilan Vanersborg, hari Rabu ini juga.

Pengajuan kebangkrutan dilakukan untuk Saab Automobile AB dan anak perusahaan seperti Saab Automobile Powertrain AB dan Saab Automobile Tools AB. Namun anak perusahaan Saab yang lain yakni Saab Automobile Parts AB dan anak usaha di luar negeri tidak ikut bangkrut.

Sebelumnya Saab yang selama ini merupakan merek di bawah General Motors, tidak jadi dihapus GM karena dijual ke perusahaan mobil sport asal Belanda yakni Spyker pada 2010 lalu.

Namun hal itu tetap tak bisa mendongkrak kinerja Saab, dalam beberapa bulan terakhir, Saab kesulitan memberikan gaji kepada karyawannya, bahkan di bulan Agustus, Saab tidak mampu memberikan karyawannya gaji.

Sejak April 2011, pabrik Saab di Swedia tidak lagi membuat mobil karena pemasok suku cadang menolak menyuplai suku cadang sebelum mereka menerima pembayaran.

Saab pun berupaya mencari pendanaan lagi kepada perusahaan China dan investor lainnya.

Saab merupakan salah satu pabrikan mobil Eropa yang cukup populer selama bertahun-tahun. Mobil seri 900-nya telah sukses besar di AS pada dekade 1980 dan 1990-an, namun mulai mengalami penurunan pada 2000-an dibanding dengan pabrikan lainnya. General Motors Co (GM), yang telah dimiliki setengah dari perusahaan tersebut, membeli sisa Saab pada 2000, hanya untuk menjual produsen mobil tersebut pada tahun 2010 setelah kebangkrutannya sendiri pada 2009.

Pada 2011, Saab mengatakan kepada pemasok dan pekerja bahwa perusahaan tersebut tidak bisa lagi mampu membayar mereka. Saab kemudian mengajukan kebangkrutan pada tahun yang sama. Pada 2007, menurut Corebrand, Saab menjadi salah satu dari 65 merek yang paling berharga di dunia. Namun saat ini menjadi hal yang tidak mungkin bahwa Saab pernah dijual di Amerika Serikat.