Mengapa Lenovo Rugi Hingga Rp 1,7 Triliun?

Lenovo mencatatkan kerugian selama tahun fiskal 2015, yang disebabkan oleh akuisisi bernilai besar dan biaya restrukturisasi, ditambah dengan melemahnya penjualan di bisnis ponsel.

Dalam laporan keuangannya itu, Lenovo membukukan kerugian bersih sebesar USD 128 juta atau sekitar Rp 1,7 triliun (USD 1 = Rp 13.600) selama tahun fiskal yang berakhir pada 31 Maret lalu, demikian dikutip detikINET dari Reuters, Senin (30/5/2016).

Angka kerugian ini mendekati estimasi analis Thomson Reuters SmartEstimates, yang memperkirakan kerugian Lenovo mencapai USD 123,6 juta. Pada tahun fiskal sebelumnya, Lenovo mencatatkan keuntungan sebesar USD 829 juta.

Dalam laporan keuangan tersebut, pemasukan Lenovo menurun 3% menjadi USD 44,9 miliar. Penurunan pemasukan terbesar terjadi pada Q4, sebesar 19%, yang diperkirakan terjadi karena Lenovo sedang mengalihkan fokusnya ke bisnis ponsel dan server, meninggalkan bisnis PC yang terus melambat.

Namun penyebab utama kerugian itu disebut karena akuisisi yang terjadi pada 2014, yaitu saat mereka membeli bisnis ponsel Motorola dari Google, serta mengakuisisi bisnis server IBM. Ada juga pengeluaran sebesar USD 923 juta sebagai biaya restrukturisasi bisnisnya, juga untuk menghabiskan stok ponsel yang tak terjual.

"Hasil ini menunjukkan kalau usaha integrasi kami tak bisa mencapai ekspektasi," ujar CEO Lenovo Yang Yuanqing, yang mengacu pada penurunan pengapalan ponsel di China sebesar 85%.

Meski mengaku kalau integrasi Lenovo dan Motorola tak sesuai dengan yang diharapkan, Yuanqing mengaku Lenovo tak menyesal telah mengakuisisi Motorola, yang menurutnya membuat Lenovo mempunyai jejak di bisnis ponsel global.