Alasan Mengapa Valadoo Bisa Gulung Tikar

Lama tak terdengar kabar setelah mengumumkan merger antara Valadoo dan Burufly dalam satu entitas, kini kami mendengar kabar bahwa Valadoo menutup seluruh layanannya efektif di pertengahan 2015 silam.  Disebutkan bahwa per 30 April 2015, pihak Valadoo tidak lagi melayani pemesanan dari supplier maupun partner lokal yang sejauh ini bekerja sama dengannya.

Penggabungan antara Valadoo dan Burufly pada Agustus 2014 lalu, dianggap mampu membuka peluang bagi keduanya untuk menawarkan produk e-commerce travel dan gaya hidup dari Valadoo ke jaringan social traveler dari Burufly dan memungkinkan para traveler untuk saling berbagi pengalaman perjalanan mereka.

Valadoo sendiri belum memberikan pernyataan resmi terkait penutupan layanan mereka. Berikut isi email dari Valadoo ke salah satu mitranya:

Dear Partner,

Warmest greetings from Valadoo.com.

We regret to inform you that Valadoo.com will be closing its operations activity as per 30th April 2015 on Thursday.

Unfortunately, we will not be taking any additional bookings/reservation to our supplier or local partners as per 30th April 2015 and therefore we will follow up any accounting records and paying any outstanding invoices.

We want to thank you for your past support and partnership and hope we will maintain this good relationship in near future. Indeed it has been a great pleasure in having you as one of Valadoo local partner.

Please don’t hesitate to call if you have any questions or if there is anything we need to do to close our records with you before 30th April 2015.

Setelah hampir lima tahun beroperasi, mereka memutuskan tidak lagi mampu meneruskan layanan yang menjual paket perjalanan wisata. Meskipun demikian, pihak manajemen Valadoo memastikan bahwa karyawan Valadoo tidak akan terlantar dan memperoleh pesangon sesuai aturan yang berlaku.

Co-Founder dan CEO Valadoo Jaka Wiradisuria seperti dikutip dari laman DailySocial mengatakan bahwa ia belum bisa mengungkapkan alasan penutupan layanan yang berdiri sejak akhir 2010 ini. Sempat melakukan pivot dari layanan daily deals wisata ke paket perjalanan wisata, Valadoo menjalin aliansi strategis dengan Wego di tahun 2012, termasuk berkantor di tempat yang sama dengan Wego Indonesia. Valadoo kemudian melakukan merger dengan layanan social travel Burufly delapan bulan yang lalu.

Sementara ini proses merger dengan Burufly diduga tidak berjalan dengan baik di sisi keuangan, sehingga menjadi salah satu alasan operasional perusahaan tidak dapat bertahan. Jaka sendiri menjanjikan akan membeberkan alasan penutupan layanan ini dalam waktu dekat.

Tentang nasib karyawan Valadoo pasca penutupan, Jaka memastikan bahwa setiap karyawan sudah memperoleh skema pesangon, sesuai dengan aturan ketenagakerjaan, yang dibayarkan bersamaan dengan perolehan gaji bulan April ini. Menurut Jaka, sebagian karyawan sudah memiliki rencana baru, termasuk proyek pribadi, sementara sebagian lagi dalam proses penyaluran ke perusahaan lain.

Setelah penutupan startup yang dibangunnya ini, Jaka menyebutkan dirinya akan bangkit dan membangun startup baru dalam 1-2 bulan ke depan. Detilnya belum bisa diberikan, tetapi dia memastikan tidak lagi membuka bisnis di industri travel. (dari berbagai sumber)