Alternatif Menambah Income Dari Bisnis Rajutan

Wakil Walikota Pariaman Periode 2013-2018, Sumatera Barat, Genius Umar mengatakan usaha rajutan yang digeluti sebagian besar masyarakat pesisir kota itu dinilai dapat menjadi alternatif tambahan pendapatan ekonomi rumah tangga.

"Sebagian masyarakat Kota Pariaman menggantungkan hidupnya sebagai nelayan, maka peran ibu rumah tangga dalam mengelola usaha tambahan seperti rajutan akan sangat membantu sekali," katanya di Pariaman.

Ia mengatakan masyarakat yang menggantungkan kehidupan ekonomi di wilayah pesisir pantai harus bisa mencari pekerjaan sampingan untuk pemenuhan kebutuhan.

"Kita tidak boleh berputus asa, kehidupan seperti nelayan memang sangat bergantung kepada kondisi alam. Tapi bidang usaha rajutan dinilai sangat menjanjikan apa bila ditekuni dengan serius," jelasnya.

Ia berharap para masyarakat khususnya ibu rumah tangga mampu menekuni dan mengembangkan usaha rajutan tersebut secara berkelanjutan.

Nova (24) salah seorang warga Desa Marunggi Kecamatan Pariaman Selatan, mengatakan usaha rajutan sudah digelutinya sejak duduk di bangku kelas empat Sekolah Dasar (SD).

"Hasil dari upah bekerja merajut tersebut saya gunakan untuk menambah pendapatan ekonomi keluarga," katanya.

Ia mengaku untuk membuat rajutan alas meja dapat diselesaikan selama satu minggu, sedangkan untuk suvenir seperti tempat kotak tisu bisa dikerjakan selama satu hari.

Sebelumnya Kepala Balai Diklat Industri Padang, Joni Afrizon mendorong masyarakat Kota Pariaman untuk menggunakan dan mengembangkan produk asli lokal.

"Hasil kerajinan dari Kota Pariaman seperti bordir, Sulaman Nareh dan Rajutan merupakan produk lokal yang memiliki nilai jual tinggi, namun sayangnya masyarakat kita tidak bangga dalam menggunakannya," ujarnya.

Ia menilai selama ini para pengusaha bordir dan sulaman tidak serius dalam mengembangkan produk lokal. Usaha tersebut hanya dijadikan sebagai usaha sampingan dalam pemenuhan ekonomi rumah tangga.