Peluang Cerah Bisnis Papercraft

Emiwati, 27 tahun, memulai sebuah bisnis papercraft buatan tangan sejak tahun 2012. Semula usaha ini berawal dari hobinya membuat kerajinan tangan. “Memang suka seni dan desain. Pertama belajar dan suka scrapbook waktu bekerja bersama orang perancis di bidang design interior,” kata Emi. Tak hanya itu pengetahuan Emi tentang beberapa variasi scarpbook ia dapatkan dari beberapa komunitas yang ia ia ikuti. Dari komunitas ini pulalah, kemampuan Emi membuat scrapbook jadi bertambah.

Satu scrapbook yang dia buat dijual dengan kisaran 300-500 ribu rupiah sebab tiap klien dia buatkan desain yang berbeda dan semua scrapbook Emi buatan tangan. Emi juga menjamin kualitas scrapbook buatannya dengan memilah bahan pembuatan scrapbook menggunakan kertas impor yang biasanya Emi beli secara online karena kualitas kertasnya baik dan motifnya beragam. Tak hanya itu, Emi juga menilai bahwa hiasan bunga buatan Thailand untuk scrapbooknya cenderung lebih detil dan bagus. Biasanya waktu pengerjaan 3 hari-satu minggu tergantung tingkat kerumitan scrapbook. “Kalau untuk souvenir pernikahan dan undangan bisa memakan waktu satu minggu, soalnya banyak dan semua aku kerjakan sendiri. Kalau menggunakan karyawan aku belum yakin soal ketelitiannya,” terang Emi.

Selain menerima pesanan pembuatan papercraft yang dia buat dengan tangan sendiri, Emi juga mengajar papercraft. Dalam satu kali pertemuannya siswa dibebankan 300 ribu. Kursus papercraft bersama Emi berlangsung selama 3 jam dan bahan-bahan disediakan Emi. Kebayakan papercraft yang dikerjakan merupakan desain vintage. “Biasanya pesanan papercraft untuk babyshower, greetings (kartu ucapan). Kalau pemesan sih kebanyakan dari dari luar kota, Semarang, Medan, Jambi, dan Kalimantan. Paling banyak Semarang,” tutup Emi.