Bisnis Kuliner Kentang Janjikan Untung Berlipat

Berbagai jenis camilan kerap mendapat respons positif dari masyarakat Indonesia. Karakter masyarakat yang suka jajan dan menjajal menu makanan baru membuat bisnis kuliner terus berkembang di tanah air, termasuk menu kentang goreng. Selain sebagai menu pendamping paket nasi dan ayam, kentang goreng juga bisa dijual terpisah dengan berbagai aneka bumbu taburan. Usaha ini biasanya dijalankan lewat sistem booth di pusat belanja atau di pinggir jalan raya.

Tidak sedikit pelaku usaha camilan ini menawarkan kemitraan untuk membiakkan usaha. Inilah yang membuat persaingan usaha kentang goreng semakin sengit.
Apakah usaha ini masih menarik untuk dijalankan?  Berikut ulasannya.

Mr Tornadoz

Usaha besutan Ruly Hermawan asal Bandung, Jawa Barat ini berdiri sejak 2002 silam. Mr Tornadoz lantas mulai menawarkan kemitraan pada 2012. Saat KONTAN mengulas usaha ini pada 2014 lalu, jumlah mitra usaha yang bergabung sudah ratusan. Dengan sistem jual putus, Ruly bilang, mitra yang sudah bergabung kini sudah hampir seribu gerai di berbagai daerah di  Indonesia.

Tapi, menurut pengamatan Ruly, dari semua mitra yang sudah membeli paket kemitraannya, hanya sekitar 60% saja yang aktif, selebihnya tutup. Ia menjelaskan, ada berbagai kendala yang dihadapi mitra usahanya seperti sulitnya mencari SDM yang loyal, mahalnya ongkos kirim produk dan juga keterbatasan modal usaha.

Banyak calon mitra yang lokasinya di luar Jawa mengeluhkan mahalnya ongkos kirim gerobak serta peralatan usaha, Ruly pun menyiapkan alternatif agar mitranya memilih paket yang sederhana. “Saya biasanya arahkan ke paket yang tanpa gerobak, jadi hanya beli perlengkapan usaha dan bahan baku. Ongkos kirimnya jadi lebih murah juga,” terangnya.

Banyak juga mitra usaha yang tidak dapat rutin berjualan dan hanya berjualan di akhir pekan karena sulit mencari pegawai sehingga dipegang sendiri. Akibatnya, lama kelamaan usahanya sulit berkembang dan tutup. "Meski ada sejumlah mitra yang tutup, namun mitra baru yang bergabung tetap ada," ujarnya.  

Selain pasang-surut jumlah mitra, terdapat pula perubahan paket investasi Mr Tornadoz. Setidaknya, kini ada sekitar 11 paket investasi yang ditawarkan. Ada paket minimalis mulai Rp 1 juta, Rp 1,8 juta, Rp 2 juta, Rp 2,4 juta, Rp 3,25 juta dan Rp 3,5 juta. Sedangkan paket gerobak mulai Rp 4 juta, Rp 5 juta, Rp 6 juta, Rp 7 juta dan paket lengkap sebesar Rp 10 juta. “Sementara ini, untuk paket lengkap Rp 10 juta vakum dulu, karena stok mesinnya masih kosong,” ujar Ruly.

Paket minimalis mendapatkan fasilitas perlengkapan usaha dan bahan baku awal. Sedangkan paket gerobak, tentu mendapatkan fasilitas gerobak, perlengkapan usaha dan bahan baku awal.

Mr Tornadoz menjual kentang goreng berbentuk unik, seperti spiral, keriting, twisterdog, shoestring, dan wafel. Masing-masing menu dijual mulai Rp 5.000 hingga Rp 15.000 per porsi.

Untuk masalah omzet, Ruly mengaku tidak ada peningkatan yang siginifikan, rata-rata Rp 10 juta–Rp 12 juta per bulan. “Semakin ke sini, pelaku usahanya makin banyak, jadi saingannya juga makin ketat,” tuturnya. Ia juga merasa tren kentang goreng mulai meredup.