Bisnis Resto Masih Menjanjikan

Di tengah persaingan bisnis kuliner yang ketat, tentu dua waralaba yang kita pilih ini mempunyai keunggulan yang enggak dimiliki oleh kompetitornya. Kita lihat dulu Platter Resto asal Surabaya yang terletak di Jalan Kertajaya Indah Tengah,  H-252. Resto ini fokus mengusung menu khas Jepang dan Korea di atas hotplate.  Bukan cuma itu,  menurut Doni S Talam, Operator Franchise Platter Resto,  resto ini masuk dalam grup franchise restoran yang cukup tenama dan sudah berpengalaman lebih dari lima tahun. Dengan begitu, manajemen bisnis sudah termasuk stabil.  

Eh, jangan lupa juga, "Menu-menu Platter Resto merupakan ciptaan chef kelas internasional," katanya.  Menu unggulan resto  di antaranya Beef Bulgogi, Chicken Katsu Curry, Chicken Bibimbap, Beef Steak.

Mau beli waralabanya? Jangan khawatir, resto yang berdiri sejak 2008 itu sudah menawarkan waralaba sejak 2015 lalu. Malah, Saat ini ada tiga gerai yang beroperasi, dua di antaranya gerai pusat dan satu gerai mitra di Pekanbaru. Dalam waktu dekat akan penambahan gerai di Bali, Malang, Yogyakarta dan Palembang. Dalam waktu dekat akan penambahan gerai di Bali, Malang, Yogyakarta dan Palembang.

Ada dua paket kemitraan yang ditawarkan: Silver Class dan Gold Class. Nilai investasi Rp 290 juta sebagai franchise fee yang dibayarkan sekali di awal.  Untuk paket  Gold Class, mitra membayar tambahan 25% dari franchise fee untuk renovasi interior dan eksterior yang akan dijalankan pusat.  Untuk Silver Class hanya mendapat arahan untuk standar renovasi interior dan eksterior.

"Biasanya investasi mitra kurang lebih Rp 590 juta sudah termasuk renovasi, dan semuanya," terang Doni . Platter Resto mengutip biaya royalti Rp 10 juta per tahun. Mitra wajib mengambil pasokan bahan baku dari pusat. Doni bilang, rata-rata omzet dari gerai mitra mencapai Rp 15 juta per hari atau Rp 450 juta per bulan. Dengan laba bersih sekitar 30%, target balik modal sekitar 1 tahun−1,5 tahun.

Mahal ya? Mau buka resto dengan dana lebih murah, tubruk saja Bebz Pizza. Kita temui saja Ervan Restiana  yang mengusung merek Bebz Pizza di  Jalan Raya Banjaran No.  20, Bojong Pulus, Bandung.   

Bebz Pizza  berdiri pada 2011 di Bandung.  "Kelebihan Bebz Pizza terletak pada konsep gerai open kitchen selain itu, semua menu enggak menggunakan bahan pengawet," kata Ervan.  Menu pizza yang ditawarkan berbentuk mini dan inovasi sendiri sehingga harganya terjangkau. Harga menu pizza mulai Rp 15.000−Rp 20.000, dan aneka menu steik antara Rp 13.000−Rp 20.000. Untuk harga minuman dingin sekitar Rp 10.000 per gelas.

Agar berkembang, Ervan mulai menawarkan kemitraan pada pertengahan 2015. Kini, sudah ada 25 gerai Bebz Pizza, di antaranya 24 gerai milik mitra dan sisanya milik pusat di Bandung.  Ada empat paket investasi. Paket Rp 6 juta, paket  Rp 15 juta, paket 25 juta, paket 50 juta.  Untuk paket yang terakhir mitra akan mendapat full desain interior, sofa, dan peralatan masak lengkap, perlengkapan makan lengkap untuk mini restoran, serta bahan baku menu lengkap mulai dari aneka pizza, burger hingga steak hotplate.

Ervan menargetkan, mitra bisa menjual 72 porsi aneka  menu per hari. Dari situ, mitra bisa meraup omzet sekitar Rp 1,4 juta per hari atau sekitar Rp 42 juta per bulan. Mitra bisa balik modal kurang dari setahun.

Menanggapi  dua waralaba ini Levita Supit, Ketua Umum Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (WALI), mengatakan, kita harus mencermati  keunggulan yang ditawarkan.  Ini merupakan cara untuk bersaing dengan kompetitor lain. "Produk yang dijual harus unik dan berbeda dengan yang sudah ada," kata Levita lebih lanjut.     

Khsusus untuk Platter Resto, Levita  mengatakan bahwa menu dengan cita rasa Jepang dan Korea pasarnya cukup terbatas. Namun, dengan nilai investasi yang cukup tinggi, layak jika pusat benar memegang jaminan untuk pengembalian modal yang cepat.