Bisnis di Mata Miliarder Rusia Roman Abramovich

Tidak perlu teori-teori serba njlimet dari mazhab ini atau mazhab itu yang banyak diomongkan oleh motivator soal bisnis dari dalam atau luar negeri, ternyata pemilik Chelsea Roman Abramovich punya filosofi bisnis.

Di mata Abramovich, bisnis adalah sukses meraih gelar di ajang kompetisi dan sukses meraup keuntungan di ladang bisnis.

Bos Chelsea itu tahu betul bahwa berbisnis bukan semata sibuk mengkalkulasi untung atau rugi, melainkan mampu menata tim dengan kehati-hatian.

Berbisnis di mata Abramovich bukan juga onggokan target, melainkan rentetan hasil kerja dalam kurun waktu relatif panjang. Buktinya, Chelsea mampu menyabet gelar Liga Champions dan gelar Liga Inggris (Premier League).

Ini capaian gemilang setelah Abramovich membeli klub itu pada 2003.

Keuntungan juga diperoleh Chelsea dari hasil penjualan Yuri Zhirkov ke klub Rusia Anzhi Makhachkala, Nicolas Anelka ke Shanghai Shenhua di China dan Alex ke Paris St Germain.

Peruntungan Chelsea terus meningkat di bawah pengawasan dan kerja keras Abramovich. Ia tidak segan menggelontorkan sejumlah dana bagi kemajuan tim.

Hasilnya, Chelsea mampu memenangi gelar Liga Inggris sebanyak tiga kali berkat tangan dingin bos asal Rusia itu. Bahkan, Chelsea mampu menyabet Liga Champions.